Duhai kamu, yang sosoknya tak pernah pergi -bahkan sedetik- dari pikiranku, bagaimanakah rasanya jadi kamu. Apakah ada sesuatu yang terasa dalam hatimu? Ah.. Aku penasaran. Katanya, orang berpikir menggunakan kepala, tapi mengapa memikirkan kamu yang terasa berdesir dan ngilu adalah hatiku.
Betapa Tuhan begitu hebat, menghadirkan rasa ini hingga aku sendiri, yang merasakannya, tak percaya pada rasa itu. Rasa yang begitu mengganggu. Membahagiakan juga sekaligus menyiksaku. Yang setiap kurasa selalu kubunuh tanpa ampun, tapi lalu tumbuh kembali bahkan semakin subur bersamaan dengan harapan dan khayalan yang kubuat sendiri simpulnya.
Betapa Tuhan begitu hebat, menghadirkan rasa ini hingga aku sendiri, yang merasakannya, tak percaya pada rasa itu. Rasa yang begitu mengganggu. Membahagiakan juga sekaligus menyiksaku. Yang setiap kurasa selalu kubunuh tanpa ampun, tapi lalu tumbuh kembali bahkan semakin subur bersamaan dengan harapan dan khayalan yang kubuat sendiri simpulnya.
No comments:
Post a Comment