Thursday, October 20, 2016

Posesif


Hari kedua haid. Dirasa-rasa di hati kayak ada yang hilang dari kemarin. Tapi masih belum ketemu jawabannya apa. Sampai akhirnya dada saya sesak, bola mata saya memanas lalu menggenanglah air di pelupuk mata saya. Sadar saya menangis, saya meraih bantal untuk menutup wajah saya. Kuatir tangis saya pecah. Kuatir airmata yang turun semakin deras.

Sambil menutup wajah dengan bantal saya mengeluh..
Ya Allah kenapalah saya ini.. Apalah yang sebetulnya hilang, apalah sebetulnya yang menyesakkan dada ini. Hilangkanlah yaAllah. Engkaulah yang memberi, Engkau pula yang mampu menghilangkan kembali. Ampuni aku ya Allah, yang suka lalai kepadaMu..

Lalu saya ingat-ingat sebelum menangis saya kemana, mau apa.

Habis itu saya malu sendiri.

Saya sedih cuma karena tadi mau ambil wudhu solat Dhuha terus keinget saya lagi haid. Saya sedih banget ngga bisa solat Dhuha karena lagi haid. Ngga tau kenapa sedihnya sedih banget.. Trus malu karena setelah diingat-ingat saya sedih, dada sampai sesak cuma karena ngga bisa solat Dhuha. Kok kayaknya childish banget yah.

Gimana kalo kehilangan emas permata haha

Ini pertanda Engkau yang tidak bisa jauh dariku atau aku yang tidak bisa jauh dariMu ya Allah? Mungkin keduanya, mungkin hubungan ini semakin erat hingga muncul sebuah rasa bernama posesif.

No comments:

Post a Comment