Untukmu yang tidak pernah pergi walau sehari dari pikiranku,
Aku ingat betul bagaimana kamu membenci hujan, bagaimana menurutmu hujan adalah penghalang aktifitasmu yang telah kamu rencanakan, bagaimana menurutmu hujan selalu turun tak lama kamu membasuh bersih kuda besi kesayanganmu. Sebuah peristiwa alam yang membuat suasana mendadak sendu. Jatuhnya rintik air dalam jumlah milyaran bahkan trilyunan. Hujan hanyalah sesuatu yang membuatmu merasa kecewa, yang membuatmu bergantung akan jadi tidaknya sebuah janji untuk bertemu. Hujan selalu punya cara untuk mengatur suasana hatimu. Euphoria semangat beraktifitas atau sebuah pertemuan bahkan bisa dikoyak oleh awan mendung yang kelabu. Jika saja kamu mau untuk aku perlihatkan bagaimana menikmati hujan, aku akan menggenggam erat tanganmu yang basah diguyur hujan, menenggelamkan kepalaku dalam lenganmu dan memperlihatkan bahwa hujan tidak lebih menakutkan dibanding hidup tanpa kamu.
-diketik dari dalam gerbong kereta rel listrik yang sedang melaju saat gerimis tipis
No comments:
Post a Comment