Terima kasih untuk 6tahun
kebelakang yang penuh gelak tawa dan airmata
Terima kasih untuk tetap
memanggilku dengan panggilan milik kita (meski kini aku tak pernah
mendengarnya lagi)
Terima kasih untuk belaian kesal
pada poniku yang jarang sekali rapih (dulu, aku diam2 suka hal ini)
Terima kasih untuk pelukan hangat
yang selalu berhasil membuat luka menguap
Terima kasih untuk jemarimu yang
pernah mengisi sisi kosong diantara jemariku
Terima kasih untuk membiarkan aku
ikut kesana-kemari saat kamu bahkan ingin pergi sendiri
Terima kasih untuk segala rindu
Terima kasih untuk segala luka
sekaligus penawarnya
Terima kasih untuk gelak tawa yang
tak terhitung banyaknya
Terima kasih untuk bahu kokoh yang
suka kusandari
Terima kasih untuk lengan besar
yang boleh aku pegang erat
Terima kasih untuk wajahmu yang
boleh kusentuh dengan telapak tanganku
Terima kasih untuk boleh menyentuh
hidung mancungmu
Terima kasih untuk diam saat aku
peluk dengan begitu dalam dan kencang
Terima kasih telah membuatku
menyukai angka sial menurut kebanyakan orang
Terima kasih untuk kesediaanmu
mencicip menu buatanku
Terima kasih pernah menerima aku
apa adanya
Terima kasih untuk kepercayaanmu
menitipkan Brown padaku
Terima kasih untuk semua hal indah
yang begitu banyak
Terima kasih untuk setiap usahamu
yang kamu sebut 'hanya ingin berusaha baik'
Terima kasih untuk kejujuranmu, dan
maaf karna aku baru percaya ucapanmu bahwa kamu memang tidak cinta
sedari awal
Terima kasih, Nta..
22 Oktober 2013
No comments:
Post a Comment