Friday, February 10, 2017

Mabuk


Sore itu kamu memang belum benar-benar sampai di hadapanku
Tapi ada yang lebih dulu masuk ke lorong hidungku
Harummu

Seketika mata ini terpejam, khusyuk menghirup aromamu
Aroma yang kusuka

Aku memelankan tarikan nafasku
Merasakannya perlahan
Untuk sesaat aku rela menahan nafas
Dan saat itu udara yang kulepas sepertinya lebih sedikit dari yang kuhirup
Ya, hanya karena tak sabar ingin menghirup aromamu lagi, lagi dan lagi
Harummu yang menenangkan
Harummu yang membuat aku ingin menenggelamkan wajah di dadamu
Lalu melingkarkan lenganku di pinggangmu

Sebelum aku semakin mabuk, aku membuka mata

Melihat wajahmu
Melihat kemeja yang kau kenakan
Melihat rambutmu yang rapih
Ya, aku suka rambut rapihmu
Dan senyummu yang mulai mengembang
Tapi sepasang mata itu tidak menatapku
Senyuman itu bukan ditujukan untukku
Lalu kau menyapa teman perempuan di sebelahku

No comments:

Post a Comment