Ada yang lulus kuliah 4 tahun. Ada yang 3,5 tahun. Bahkan ada yang 7 tahun. Mana yang paling bahagia? Mana yang paling baik? Mana yang paling berhasil? Maka jawabannya tidak selalu 3,5 lulus kuliah adalah yang paling baik. Ukuran baik, bahagia dan berhasil setiap orang itu berbeda. Bukan ditentukan dari ukuran yang secara tidak sengaja telah disepakati orang kebanyakan.
Boleh jadi ia lulus 7 tahun karena menyelesaikan kuliah bukanlah ukuran kebahagiaan bagi dirinya. Ketika ia mengesampingkan kuliah, boleh jadi waktunya ia gunakan untuk mengambil kesempatan-kesempatan baik yang membuat dirinya bahagia, mencapai bisnis sederhana yang membuat ambisinya tercapai.. Jadi bahagia dan baik menurutmu belum tentu jadi bahagia dan baik bagi orang lain.
Jangan lantas kamu sebut mereka yang lulus kuliah setelah 7 tahun telah gagal hidupnya. Karena yang lulus lebih dulu belum tentu lebih baik hidupnya, belum tentu lebih manfaat hidupnya. Belum tentu.
Sama juga halnya dengan perkara menikah. Yang lebih dulu bukan berarti lebih baik. Yang telat menikah bukan berarti telah gagal hidupnya.
Kalau hidupmu berjalan seperti kebanyakan hidup orang pada umumnya, jangan lantas jumawa merasa hidupmu lebih baik. Juga jangan lantas sebut hidup orang tidak baik ketika jalan cerita hidupnya tidak seperti hidup orang kebanyakan.
Beruntung sekali orang-orang yang memahami bahwa Allah adalah sebaik-baik penulis skenario. Maka tidaklah ada dalam hatinya rasa merendahkan hidup orang lain yang tidak berjalan seperti hidup orang pada umumnya.
Ukuran baik, berhasil dan bahagia itu bukan selalu karena telah sama dengan ukuran yang umum.
Tak perlu jumawa.

No comments:
Post a Comment