Monday, May 28, 2012

Semua Ada Masanya

Aku memandang keluar jendela. Ada pohon pepaya di kebun milik tetangga. Ada sekitar belasan daun di pohon itu. Dari belasan, ada dua yang menguning. Mungkin beberapa hari lagi daun yang menguning itu jatuh dan menjadi penyubur pohonnya sendiri. Aku yakin belasan daun yang lain yang kini masih hijau juga akan melewati masa yang sama. Dan mungkin begitu juga aku sebagai manusia. Pasti ada masanya.

Sudah beberapa bulan ini aku selalu memikirkan masa hidupku. Dari pikiran itu aku lalu menjadi merasa takut sendiri. Bagaimana nanti aku melewati kematian. Kadang kalau pikiran ini sedang terlintas, aku mendadak merasa takut sekali. Takut mati. Takut meninggalkan orang2 terdekatku di dunia ini. Takut meninggalkan rutinitasku. Takut hal2 yg blm ku penuhi. Dan yang teramat takut adalah bagaimana nanti proses kematianku. Aku merasa seperti orang gila bila sedang memikirkan hal ini. Seperti tidak punya hal lain yg harus kupikirkan. Bukan seperti itu, tapi pikiran ini yg terus berbicara sendiri, bahkan selalu berhasil mengajakku mengobrol tentang hal ini. Entah bagaimana caranya menghilangkan ketakutan ini, aku tak pernah punya cara. Sempat aku merasa lupa, tapi selalu saja ada hal yg membuat aku ingat akan kematian. Seperti pohon pepaya tadi. Bahkan untuk pemandangan sepele itu aku kembali teringat kematian.

Mungkin aku sedang diperhatikan Tuhan. Mungkin Tuhan ingin aku mengingat bahwa dunia tak kekal. Mungkin Tuhan ingin aku mengingat akhirat adalah kehidupan sesungguhnya. Mungkin seharusnya aku lebih mendekatkan diriku padaNya. Mungkin itulah maksud dari semua ini.

No comments:

Post a Comment