Monday, November 11, 2013

Terima kasihku untuk semua yang tak terhingga


Terima kasih untuk 6tahun kebelakang yang penuh gelak tawa dan airmata
Terima kasih untuk tetap memanggilku dengan panggilan milik kita (meski kini aku tak pernah mendengarnya lagi)
Terima kasih untuk belaian kesal pada poniku yang jarang sekali rapih (dulu, aku diam2 suka hal ini)
Terima kasih untuk pelukan hangat yang selalu berhasil membuat luka menguap
Terima kasih untuk jemarimu yang pernah mengisi sisi kosong diantara jemariku
Terima kasih untuk membiarkan aku ikut kesana-kemari saat kamu bahkan ingin pergi sendiri
Terima kasih untuk segala rindu
Terima kasih untuk segala luka sekaligus penawarnya
Terima kasih untuk gelak tawa yang tak terhitung banyaknya
Terima kasih untuk bahu kokoh yang suka kusandari
Terima kasih untuk lengan besar yang boleh aku pegang erat
Terima kasih untuk wajahmu yang boleh kusentuh dengan telapak tanganku
Terima kasih untuk boleh menyentuh hidung mancungmu
Terima kasih untuk diam saat aku peluk dengan begitu dalam dan kencang
Terima kasih telah membuatku menyukai angka sial menurut kebanyakan orang
Terima kasih untuk kesediaanmu mencicip menu buatanku
Terima kasih pernah menerima aku apa adanya
Terima kasih untuk kepercayaanmu menitipkan Brown padaku
Terima kasih untuk semua hal indah yang begitu banyak
Terima kasih untuk setiap usahamu yang kamu sebut 'hanya ingin berusaha baik'
Terima kasih untuk kejujuranmu, dan maaf karna aku baru percaya ucapanmu bahwa kamu memang tidak cinta sedari awal
Terima kasih, Nta..

22 Oktober 2013



Friday, October 18, 2013

Wonderful Indonesia dalam Useful Guide Website

Di negeri dimana kaki kita berpijak ini, ada banyak sekali surga tersembunyi. Ada banyak sekali panorama indah menakjubkan, yang bahkan bisa membuat seorang yang sombong terlihat kecil sekali. Ia tidak ada apa-apanya dibandingkan limpahan sumber daya alam di permukaan, di dalam lautan, maupun di dalam perut bumi negeri kita ini. Jari tangan kita, tak akan cukup menghitung banyaknya hamparan pantai indah dengan permukaan air sebening kaca. Ucapan takjub kita, tak akan ada habisnya untuk gunung-gunung yang kokoh meninggi tersebar di nusantara. Betapa begitu istimewanya Tuhan terhadap negeri ini. Melalui tulisan ini, saya ingin mengenalkan sebuah rangkuman keindahan Indonesia yang bisa memandu kita yang ingin menjelajah nusantara. Sebuah jendela yang bisa diintip dari belahan dunia manapun dan kapanpun melalui akses internet. Adalah indonesia.travel, situs resmi yang memuat informasi pariwisata Indonesia.



Indonesia's Official Tourism Website

Desain Website
Sebagai situs resmi pariwisata Indonesia, tampilan indonesia.travel dengan posting bergeser yang menjadi pusat perhatian dari situs ini, begitu membuat saya bergairah untuk melihat semua keindahan Indonesia dengan mengklik satu persatu. Menurut saya yang awam akan detail desain sebuah website yang baik, menurut pandangan mata saya, gambar-gambar kecil dari thumbnail artikel seolah membentuk susunan puzzle bergeser yang indah, dan terlihat menyatu dengan latar yang berwarna hijau cerah. Warna hijau yang mengingatkan saya akan hamparan sawah di kampung halaman yang begitu indah.

Aktivitas Social Media
Selain informasi melalui situs web, indonesia.travel juga bisa ditemui di berbagai media sosial. Indonesia.travel aktif berkicau di microblogging bernama twitter dengan jarak waktu yang sangat rapat, berbagi info di facebook, berbagi foto-foto indah melalui instagram, bahkan sosial media bernama Pinterest pun dimiliki oleh indonesia.travel yang tanpa berpikir, langsung saya follow. Di era yang serba digital ini, indonesia.travel sudah melakukan pendekatan dan pengenalan pariwisata Indonesia yang sangat baik menurut saya.

Informasi Konten
Mengenai konten situs web, indonesia.travel sangat padat berisi sekali. Mulai dari kalimat sederhana dalam Bahasa Indonesia, berbagai kegiatan yang bisa dilakukan, kuliner, sampai tips berwisata yang tentunya merupakan informasi yang sangat membantu bagi turis mancanegara yang baru pertama kali ingin berkunjung ke Indonesia.

Kelengkapan Destinasi/Daya Tarik Wisata
Situs web ini memuat destinasi mulai dari pulau paling ujung di Indonesia, yaitu Pulau Weh, sampai Jayapura di Pulau paling timur Indonesia. Mungkin ada titik yang juga memiliki potensi pariwisata yang tidak kalah menarik tapi belum dikenalkan. Destinasi indonesia.travel menurut saya sudah lengkap dari setiap pulau di Indonesia.

Update News
Keterbaruan berita yang dimuat di situs web ini juga sangat baik. Seperti berita terkait APEC dan pesta musik Java Soulnation di Jakarta sudah dirilis artikelnya sebelum lewat sepekan. Berita mengenai berjalannya acara-acara atau festival yang berlangsung di setiap daerah juga dimuat dengan detail dan cepat.

Interaktifitas
Situs web ini menyediakan wadah bagi pelancong yang ingin membagi cerita beserta dokumentasi foto mereka dengan mengklik panel 'Cerita Negeriku' atau 'Travel Stories' pada web dengan versi Bahasa Inggris. Ini menarik sekali apabila banyak yang berpartisipasi untuk menceritakan perjalanan wisata mereka. Adanya forum online juga memudahkan pengunjung website untuk saling bertukar informasi atau sekedar berbagi pengalaman wisata. Menurut saya ini adalah wujud dari interaktifitas yang dilakukan oleh indonesia.travel.

Quiz
Tulisan ini dibuat dalam rangka mengikuti lomba menulis yang diadakan situs web indonesia.travel. Ini bukan pertama kalinya indonesia.travel mengadakan quiz berhadiah mengunjungi salah satu destinasi pariwisata Indonesia. Dengan adanya quiz seperti ini, menurut saya dapat membangkitkan keinginan anak-anak Indonesia untuk menulis dan juga memacu semangat untuk mempromosikan pariwisata nusantara.

Saran dan Masukan
Adapun saran dan masukan yang ingin saya sampaikan untuk situs web indonesia.travel adalah:
  • duta pariwisata; apakah Indonesia tidak memiliki duta pariwisata? Sepertinya menarik apabila duta pariwisata Indonesia juga ikut ditampilkan dengan visualisasi yang menarik bagi pengunjung situs web. Seperti situs resmi pariwisata negeri ginseng, Korea Selatan, adanya Psy yang sudah mendunia karena lagu Gangnam Style-nya, yang merupakan artis dari negara tersebut memberi warna tersendiri saat saya mengunjungi situs pariwisata korea.
Official Korea Tourism Organization
  • kalender liburan; kalender yang diperbaharui setiap tahun yang menampilkan hari-hari libur nasional (seperti yang dimuat di situs pariwisata Australia) atau musim liburan sekolah dalam setahun (seperti yang dimuat di situs pariwisata Australia). Hal ini bisa menginformasikan turis mancanegara yang ingin menyiapkan rencana liburan dari jauh-jauh hari.
Hari libur umum pada website pariwisata Australia


Liburan sekolah Australia 2013

Demikian review mengenai website indonesia.travel dari saya. Secara keseluruhan saya merasa website tersebut sangat bermanfaat sekali. Informasi yang ada di dalamnya juga sudah sangat membantu bagi turis domestik maupun mancanegara. Saran dan masukan dari saya hanyalah opini pribadi yang mungkin bisa melengkapi informasi yang telah ada.
 
Referensi

Friday, September 20, 2013

Titik Balik

Hmmm terlalu banyak yang pengin saya tulis dan ceritain, sampe bingung harus mulai darimana..
Jadi begini, ngga tau kenapa saya pengin jadi manusia kuno di zaman serba update ini. Mulai dari menonaktifkan akun jejaring sosial saya yang bernama facebook, sampai mengurangi intensitas berkicau di microblogging bernama twitter. Alasannya apa? Entahlah..
Saya pikir begini; sebelum saya punya jejaring sosial, dulu saya masih bisa menikmati hidup. Saya sendiri lupa dengan apa saya mengisi waktu saya tanpa adanya twitter dan facebook. Kemarin-kemarin, saya merasa twitter adalah media untuk mengicaukan segalanya. Perasaan kesal, senang bahkan sampai kangen harus saya bagikan disana. Saya membaca kembali apa yang pernah saya kicaukan kemudian merasa bodoh sendiri. Membiarkan orang tau saat saya merasa sedih dan terpuruk rasanya seperti saya tidak punya Tuhan sebagai tempat mengadu. Ya itu bagi saya sekarang ini. Pada saat saya mengicaukan semua itu yang ada di benak saya; ah gapapa kan sekarang emang jaman share segalanya, bahwa mengeluh di twitter atau sosial media lainnya adalah hal yang lumrah. Begitu pikir saya saat itu.

Tuhan menakdirkan saya untuk merasakan patah hati. Jalinan kasih yang saya banggakan harus berakhir ceritanya di tahun kelima ini (hampir keenam). Saya akui, di usia yang tidak lagi remaja ini, saya memang sama sekali tidak punya keinginan untuk menyudahi hubungan saya kemarin. Pikir saya, saya menjalani hubungan memang untuk ke depan sana. Bukan untuk coba-coba cocok-cocokan atau tidak. Tapi ternyata yang saya pikirkan berbeda dengan yang dipikirkan oleh pasangan saya kemarin. Bahwa ia mungkin sebenarnya bisa menemukan orang selain saya (mungkin maksud dia lebih dari saya). Egois memang rasanya. Tapi itu manusiawi sekali. Memang watak manusia selalu merasa tidak cukup.

Mungkin ini adalah titik terberat saya menjalani hidup (mungkin kedengarannnya berlebihan ya, tapi memang begitulah). Saya belum pernah sejatuh dan sekalut ini kehilangan seseorang. Mungkin karena lima tahun kemarin di mata saya memang indah-indah saja. Saya seperti terlalu nyaman berada di tengah perairan tenang, tanpa menyadari bahwa air tersebut pada akhirnya bisa menenggelamkan saya. Ya, air tenang bukan berarti tidak berbahaya karena jauh di bawah sana mungkin saja ada pusaran air yang mematikan. Saya bahkan tidak menyiapkan apa-apa yang bisa menyelamatkan saya untuk tetap berada di permukaan air. Saya terlalu terlena menikmati keindahan di sekitar.

Ia adalah satu-satunya gambaran paling jelas tentang masa depan saya. Mungkin saya terlalu takabur dan mendahului takdir Tuhan tentang seseorang di masa depan, sampai akhirnya berujung kekecewaan.

Melepaskan dan merelakan adalah satu kesatuan untuk bisa memahami arti perpisahan. Tapi kedua itu sungguh hal yang paling sulit saya jalani. Setelah ia meminta untuk mengakhiri segalanya, awalnya saya merasa baik-baik saja melepaskan pasangan saya. Sampai akhirnya saya merasa ingin tau 'apa ngga ada yang lagi dekat sama dia?'. Dan ternyata ada. Saat itulah perasaan tidak rela menyeruak dari seluruh dinding hati saya, menguasai pikiran dan emosi saya sampai akhirnya saya menjatuhkan harga diri saya dengan bilang kepadanya terang-terangan bahwa saya tidak rela.

Saat itu kami jadi kembali sering berkomunikasi, masih terasa dekat seperti tidak pernah ada kata berpisah. Masih sama sekali tidak menutupi bahwa kami masih menyimpan perasaan tidak rela kalau-kalau salah satu dari kami dibahagiakan orang lain. Inilah kenyataan terpahit yang pernah saya telan; benar-benar nyata saya merasakan bahwa ia juga tidak rela kalau nanti ada pria lain berdiri di samping saya menggantikan dia, tapi ia juga mengatakan bahwa berpisah adalah yang ia inginkan karena memang perasaannya tidak sebesar saya kepadanya.

Sampai saya menyadari mau sampai kapan saya berjalan maju mundur seperti itu. Lima langkah maju, kemudian kembali lari ke belakang hanya untuk menikmati hal yang sebenarnya tidak bisa saya bawa ke depan. Hingga terus berulang seperti itu entah berapa kali. Saya terlalu lemah untuk meninggalkan kenangan. Saya terlalu takut untuk tidak dapat menemukan seseorang lain, karena seluruh hati ini sudah saya berikan untuknya.

Mungkin baru sekarang saya merasa begitu bodoh. Betapa terpuruknya saya sedangkan ia disana hanya terus berpikir kenapa ia tidak sebegininya saya. Betapa menyedihkannya saya karna hanya saya yang merasa terhempas saat perpisahan kami nyata. Menyadari itu saya merasa tolol sekali sudah menyayangi pria sialan dengan begitu dalam tanpa menyadari bahwa ia tidak sedalam saya.

Tapi toh perasaan saya kepadanya memang terlalu dalam. Sampai kehabisan cara bagaimana untuk bisa membencinya. Ketika saya benar-benar sendirian, kekosongan itu benar adanya. Seperti orang yang berjalan terlalu jauh kemudian menyadari ia tersesat lalu linglung harus apa dan kemana. Ya, begitulah saya. Linglung sekali.

Sejak awal perpisahan itu, saya belum pernah menangis sesenggrukan di bahu teman dan ditenangkan dalam sebuah pelukan. Saya hanya merasakan hempasan itu sendirian. Sampai hari ini. Sampai akhirnya saya memilih mematikan facebook dan menjauhi twitter. Mungkin saya perlu bicara dengan diri sendiri seperti ini. Mencoba meredam segalanya melalui barisan kata. Karena pada akhirnya, tidak ada upaya yang bisa saya lakukan selain mengandalkan diri sendiri.

Ia sudah tidak cinta. Dan luka ini akan terus terasa, karena fase melepaskan itu ada banyak sekali tahapannya. Saya hanya mengandalkan bantuan Tuhan, untuk terus menyemangati saya mendirikan pilar-pilar kekuatan dalam menghadapi kenyataan berikutnya. Karena saya benar-benar tidak punya cara untuk membenci dia.

Mungkin inilah titik balik saya. Dimana saya benar-benar ada di posisi 0. Bukan 1 atau 2. Kenyataan dimana saya benar-benar sendirian, menahan semua yang saya rasakan hanya dalam pikiran. Sebelumnya, pasangan adalah tempat saya bercerita. Tempat saya menukar lelah dengan kenyamanan pelukan. Tempat saya melepas sesak akan ketidakutuhan keluarga, tanpa harus bercerita. Kepadanya saya menemukan keutuhan lain itu. Dan titik 0 ini juga kehendak Tuhan. Mungkin Ia ingin menyampaikan bentuk perhatian. Mungkin bagiNya saya hanya bisa merasakan sentuhanNya ketika saya sendirian. Karena 0 juga sebuah bilangan, harusnya saya tak perlu takut ada di titik ini.


—Ibukota lepas senja, dengan otot mengencang sepulang bekerja saya menerjemahkan luka dalam barisan kata. (18 September 2013)