Sunday, May 5, 2013

I Just Loved This Pic








Belum Sempat


Belum sempat aku berkata kalau aku telah jatuh cinta berkali-kali kepadamu
Belum sempat aku berkata bahwa tidak ada lagi yang aku cari selain kebersamaan kita yang abadi
Belum sempat aku berkata bahwa kamu adalah sosok yang ada dalam bayangan masa depanku itu, benar adanya
Belum sempat aku berkata bahwa aku bahkan tak tahu kenapa aku begitu menyayangimu

Belum sempat aku meminta kamu untuk tetap selalu ada
Belum sempat aku meminta untuk jangan pergi meninggalkanku
Belum sempat aku meminta untuk selalu bertahan menghadapi egoku
Belum sempat aku meminta untuk selalu ingat sudah sejauh mana kita berjuang

Jika Tuhan memberi aku waktu untuk kembali mengulang kisah kemarin,
aku hanya ingin mengatakan dan meminta semua ini yang belum sempat
Karena aku hanya tidak ingin merasakan kehilangan yang begitu pekat
Dan tak ingin merasakan hanya kenangan lah yang begitu dekat


Friday, May 3, 2013

Lima April


Hari ini ia meminta untuk mengakhiri hubungannya denganku yang sudah berjalan 5tahun 5bulan. Mungkin ini memang yang sedari dulu kami tunggu. Akhir dari perjalanan panjang yang pernah ingin kami sudahi namun bingung bagaimana cara menyudahinya. Tanpa masalah, mengakhiri sebuah hubungan justru menjadi sesuatu yang sulit dilakukan. Ya, itu benar adanya. Seperti menghitung hari, aku berpikir bahwa hubungan ini pasti akan berakhir. Entah apa yang membuat pikiranku berkata seperti itu. Hanya menunggu waktu, dan pengetuk palu. Aku? Aku tidak mau. Aku lebih baik menunggu, mungkin ia juga begitu sampai semua ini berjalan 5tahun. Tapi terlepas dari itu, hariku bersamanya memang karena adanya cinta. Kami mencintai satu sama lain. Kami juga menikmati waktu kami saat bersama. Hanya saja, seperti ada sesuatu yang tidak menyempurnakan. Entah itu apa. Mungkin Tuhan. Mungkin tangan Tuhan tak sampai pada untaian tali yang kami ikat. Maksudku, di mata Tuhan mungkin kami tidak jodoh. Ah, mendengar kata itu aku seperti teriris. Betapa inginnya aku ia menjadi jodohku. Orang yang mengusap rambutku, mengecup keningku dan memeluk tubuh mungilku. Ya. Ia yang aku inginkan.. Tapi hari ini kenyataan memecahkan mimpiku.