Yang orang lain lihat, aku duduk di bangku
Di sudut kanan terdalam di dalam kedai kopi dengan sebuah buku
Yang orang lain lihat, aku di atas rumah kayu
Menikmati awan biru bersama riuh rindu
Yang orang lain lihat, aku diam terpaku
Tanpa kawan di dalam ruangan tak berlampu
Yang orang lain lihat, aku berlarian maju
Menggulung baju dikejar ombak berderu
Yang orang lain lihat, aku berjalan menggurutu
Kesana kemari tanpa tuju
Dan yang orang lain tahu, aku hanya tak sabar menunggu Sabtu
Menikmati santai tanpa diburu waktu
Yang tidak orang lain lihat
Dan yang tidak orang lain tahu
Aku sedang duduk di ruang tunggu
Menanti dengan sabar bagaimana tangan Tuhan bekerja
Melepas doaku di saat yang tepat satu persatu
Senin pagi, 12 September 2016
Dengan dada sesak penuh rindu dan rasa ingin tahu tentang dirimu. Hanya bisa diam tanpa laku karena lidah ini kelu dan diriku terlalu malu.
Di sudut kanan terdalam di dalam kedai kopi dengan sebuah buku
Yang orang lain lihat, aku di atas rumah kayu
Menikmati awan biru bersama riuh rindu
Yang orang lain lihat, aku diam terpaku
Tanpa kawan di dalam ruangan tak berlampu
Yang orang lain lihat, aku berlarian maju
Menggulung baju dikejar ombak berderu
Yang orang lain lihat, aku berjalan menggurutu
Kesana kemari tanpa tuju
Dan yang orang lain tahu, aku hanya tak sabar menunggu Sabtu
Menikmati santai tanpa diburu waktu
Yang tidak orang lain lihat
Dan yang tidak orang lain tahu
Aku sedang duduk di ruang tunggu
Menanti dengan sabar bagaimana tangan Tuhan bekerja
Melepas doaku di saat yang tepat satu persatu
Senin pagi, 12 September 2016
Dengan dada sesak penuh rindu dan rasa ingin tahu tentang dirimu. Hanya bisa diam tanpa laku karena lidah ini kelu dan diriku terlalu malu.

No comments:
Post a Comment