Belakangan
ini saya merasa darah rendah saya sedang kambuh. Mungkin karena kelelahan
mengurusi kegiatan di kantor yang acaranya tiga hari berturut-turut. Setiap
kali bangun dari duduk, saya harus diam sejenak mengumpulkan keseimbangan
karena pandangan yang kabur. Turun dari angkutan umum pun begitu, sempoyongan
seperti mau tumbang tapi lalu tubuh saya kembali mendapati keseimbangannya.
Sebelum saya menyebrang, saya sering terbayang bagaimana kalau saya tertabrak
karena pandangan dan keseimbangan yang tidak sempurna. Bahkan saat berjalan
rasanya sering sekali saya tidak menapak, seperti melayang. Saya tahu saya
sedang berjalan, tapi rasanya seperti tidak merasakan kaki saya menapak satu
persatu.
Berkali-kali saya ingin beli susu beruang kemasan, tapi selalu lupa. Kata seorang teman, susu beruang bagus untuk darah rendah. Saya terlalu banyak memetakan pekerjaan di kepala, sampai hal kecil yang saya niatkan sering terlupa. Saya sedang berhenti minum vitamin yang biasa saya konsumsi, karena jantung saya seringkali berdebar-debar. Saya pikir mungkin vitamin itu tidak cocok. Apa mungkin dropnya kondisi tubuh saya ini karena vitamin yang tidak lagi saya konsumsi ya, entahlah. Saya selalu yakin bahwa setiap organ-organ dalam tubuh manusia selalu dapat menyembuhkan dirinya sendiri. Karena itu saya mulai tidak begitu tergantung pada obat.
Hampir setiap minggu saya menderita migrain. Biasanya, saya minum obat migrain tiapkali sakitnya begitu memukul sebelah kepala saya. Tapi karena keyakinan saya tentang organ tubuh tadi, saya belakangan mengurangi ketergantungan saya akan obat migrain. Dan sampailah pada kondisi dimana tekanan darah ini sepertinya turun drastis karena lelah. Tapi belum begitu mengganggu konsentrasi saya saat bekerja. Ah mungkin juga saya kurang piknik.
Lepas subuh ponsel saya berdering tanda pesan masuk. Ternyata dari Bapak;
"Bapak titip Buah Bit di Lik Sof, untuk penambah darah ya Ef"
Ah Bapak.. Kenapa tau sekali.. Saya bahkan sama sekali tidak bercerita kalau saya sedang mengeluhkan kondisi kesehatan saya belakangan ini. Tapi entah beliau selalu tau, mungkin naluri. Ya, meskipun kurang darah dan darah rendah adalah keadaan yang berbeda, tapi bagiku pesan Bapak yang tiba-tiba tetap hal yang istimewa. Mataku berkaca-kaca, tapi bibirku mengembangkan senyuman. Terima kasih Pak. Love you..
No comments:
Post a Comment